TOKYO, Dec 01 (News On Japan) - Sepasang kakak beradik yang terinspirasi oleh manga ‘Space Brothers’ mengembangkan teknologi pertanian luar angkasa sekaligus mempercepat regenerasi tanah di Bumi, mencapai perbaikan hanya dalam satu bulan melalui perusahaan mereka Toeing yang dipimpin oleh CEO Nishida Kohei dan CTO Nishida Ryoya, dan penelitian mereka kini menarik perhatian karena berpotensi mendukung hunian luar angkasa di masa depan serta berkontribusi pada upaya dekarbonisasi global.
Ketertarikan mereka pada luar angkasa dimulai sejak kecil ketika Ryoya pertama kali membaca ‘Space Brothers’ dan terpesona oleh adegan para astronot menanam serta memakan tomat di orbit. Gagasan untuk hidup dan bekerja di luar angkasa membentuk perjalanan akademisnya menuju bidang teknik yang berhubungan dengan satelit, wahana antariksa, dan peralatan luar angkasa. Kohei, yang dipengaruhi oleh adiknya, awalnya mengejar astronomi namun kemudian mengubah fokus setelah menemukan penelitian universitas mengenai teknologi yang dapat mendukung pertanian di luar Bumi.
Minat keduanya terhadap pertanian luar angkasa semakin berkembang ketika Kohei mengikuti program pengembangan kewirausahaan dan mulai meneliti penerapan praktis untuk pertanian berbasis ruang angkasa. Setelah menyadari bahwa Ryoya memiliki latar belakang teknis untuk mewujudkan gagasan tersebut, Kohei mengajaknya bergabung. Keahlian gabungan—pengetahuan Kohei tentang riset pertanian luar angkasa dan pelatihan Ryoya dalam ilmu material—membangun fondasi pendekatan perusahaan Toeing.
Pekerjaan awal Ryoya yang menganalisis bagaimana struktur material memengaruhi kinerja, termasuk eksperimen menggunakan printer 3D, kini diterapkan langsung untuk merancang struktur tanah yang sesuai bagi lingkungan ekstrem. Perspektif berbasis material ini membantu mereka memandang tanah bukan sebagai media statis, tetapi sebagai sistem rekayasa sehingga memungkinkan peningkatan signifikan pada lahan yang mudah terdegradasi atau miskin nutrisi.
Teknologi perusahaan kini digunakan lebih luas, termasuk pemanfaatan biochar di wilayah rawan bencana di Jepang serta proyek peningkatan kualitas tanah di lokasi pertanian luar negeri. Upaya ini menunjukkan potensi untuk pengembangan luar angkasa dan dekarbonisasi global, karena regenerasi tanah yang cepat dapat mengurangi emisi CO₂ dari pengelolaan lahan konvensional dan menurunkan ketergantungan pada pupuk yang menghasilkan emisi tinggi.
Walaupun pertanian luar angkasa masih menjadi tujuan jangka panjang, kedua kakak beradik tersebut meyakini bahwa fondasi komersialnya mulai terbentuk. Mereka menilai pasar global terkait industri antariksa terus bertumbuh, sementara teknologi regenerasi tanah yang mereka kembangkan telah memberikan manfaat langsung di Bumi sekaligus membuka jalan menuju produksi pangan di luar angkasa di masa depan.
Source: テレ東BIZ

















